Jalan-jalan 100 ribu : Wisata Alam yang bikin Adem di Hati

Apa yang akan kamu lakukan ketika didompet cuma ada duit seratus ribu rupiah sedangkan hasrat jalan-jalan harus segera disalurkan

Gegara aktivitas bewe jadi tahu kalau lagi ada GA yang diadain oleh BLOG JALAN JALAN dengan modal 100 ribu mungkinkah kita bisa traveling...??? Yuuk, ikuti perjalanan kami berdua..

Tepatnya seminggu yang lalu aku ajak si kaka buat jalan ke suatu daerah di selatan Pekalongan. Kebetulan, hari jum'at kami libur. Sepulangnya kaka dari sholat jum'at, kami siap-siap menuju tekape. Berbekal setermos kopi panas (kalau cuman secangkir bakalan kurang deh) dan bensin 20 ribu rupiah kami pun berangkat kesana dengan sepeda motor.

http://www.jalanjalanyuk.com/jalan-jalan-modal-100-ribu-giveaway/

Menuju Lolong-start jam 13.35
Jarak tempuh lolong dari kota pekalongan sekitar 40 kilometer, dengan rute kota pekalongan-buaran-kedungwuni-wonopringgo-karanganyar-lolong. Yah, memakan waktu kurang lebih 45 menit. Sepanjang perjalanan menuju lolong begitu menyejukkan mata karena disebelah kanan kiri dipenuhi dengan pepohonan hijau dan hamparan sawah luas. Sesampainya dipertigaan tugu duren di kecamatan karanganyar sempat bingung. Rute yang kudapat dari hasil bbm'an dengan teman kurang akurat atau akunya yang lemot yak. Ketimbang nyasar, kami berhenti didepan ruko dan bertanya pada tukang parkir. 
Setelah melewati jembatan panjang, berbelok kearah selatan. Jalannya mulai menanjak dan berkelok-kelok. Jalan yang tadinya luas beraspal sekarang berganti menjadi jalan yang agak sempit serta bergelombang. Pemandangannya pun berubah dengan hamparan kebun duren. Lolong, memang terkenal sebagai daerah penghasil duren bahkan setiap tahun diadakan festival duren didesa ini. Rupanya, kami datang saat musim duren tak berbuah. Jadi hanya bisa menikmati pohonnya saja...hehehe.

Jembatan eksotis peninggalan kolonial belanda
Selain terkenal dengan duren, lolong juga memiliki daya tarik tersendiri dengan adanya 'Jembatan Batu' peninggalan belanda yang sudah ada sejak tahun 1940. Jembatan ini terbilang unik, bentuknya melengkung gitu.


Jembatan Lolong, eksotisme peninggalan belanda
Setelah melintasi jembatan lolong, sampailah kami ketujuan. Jam menunjukkan pukul 14.20, motor kami parkir ditempat penitipan motor. Tiga ribu rupiah saja sobs, tanpa hitungan perjam gak pake tiket masuk lagi. Gerontongan, menikmati wisata alam pedesaan yang masih alami.

Sungai singkarang itu,
Banyak yang tidak tahu kalau sungai yang terdapat didesa lolong ini bernama sungai singkarang. Terlanjur akrab dengan lolong, maka lebih dikenal dengan sungai lolong bukannya sungai singkarang. 
Bagi kami yang terbiasa tinggal di kota (ceiyee, sok gitu) menikmati sungai dan gemericik air menjadi kenikmatan tersendiri. Ditambah kesenengan narsis, nikmatnya menjadi dua kali lipat. Halah. Jadi buat yang hobi foto-foto narsis, selfi-selfian gitu tempat ini terasa sangat menarik dengan view bebatuan, pepohonan dan derasnya air sungai.

Sungai Lolong



Saat kami datang, pengunjung hanya ada beberapa. Sebagian malah penduduk yang mencoba mencari peruntungan dengan memancing ikan. Sisanya adalah anak-anak yang asyik berenang di sungai. Ahh, lihat mereka mandi jadi pengen....mandi juga?!! enggak lah. Tetap bisa merasakan dinginnya air kali tanpa mandi tapi dengan bermain air.

jaring mania


batu kali menjadi area bermain yang menyenangkan

air....air....air mengalir sampai jauuuuh

Wisata alam lolong, gak cuma menawarkan keindahan sungai semata. Disini, para pengunjung juga bisa mencoba ber'arung jeram. Peralatan pendukung sudah tersedia, tinggal bayar sewa sesuai tarif yang sudah ditetapkan oleh pengelola.

pelampung ria ditengah derasnya kali lolong

Oiya, ditepi sungai lolong juga disediakan area buper (bumi perkemahan). Jadi nih, yang lagi penat bisa refresing bikin tenda dan bermalam sembari ditemani hembusan udara yang masih alami. Ciyee,..asyik kan.
Dan,.....ga terasa waktu cepat sekali berlalu. Giliran gak enaknya nih,pulang..pulang..udah sore.

Hi aku disini bersama segelas kopi...nikmat sekali....

Jam 16.30, kami pulang. Memilih jalur yang berbeda dengan saat berangkat tadi. Melewati kajen-bojong-wiradesa-pekalongan. Sengaja, pengen lewat wiradesa karena kami mau singgah di "nasmeg bu sami'ah". Dua porsi nasmeg (nasi megono) plus gorengan dan dua gelas kopi jahe hanya menghabiskan duit 17 ribu saja sobs.

Total pengeluaran 4o ribu masih sisa 60 ribu...yuhuuu ^_^
Irit bingits kan, jalan-jalan ala kami berdua. Kepala adem, hati adem, dompet pun ikut adem. Dengan modal 100 ribu saja, cukuplah berwisata lokal. Dengan catatan berkunjung ke tempat yang belum pernah kita singgahi. Exitednya dapet banget koq seperti ketika kita bisa jalan-jalan keluar kota.

Selanjutnya >>

Fashion Jam Tangan bersama Zalora

Benda yang satu ini terbilang penting dalam aktivitas sehari-hari. Pernah suatu kali tertinggal, heu....rasanya seperti ada yang kurang. Jadi ribet apalagi saat genting. Saat dimana kesiangan, dan harus berlomba di jalanan menuju ke tempat kerja. Melirik pergelangan tangan, lha benda itu tak kudapati disitu. Makin panik lah. 

Kalau ingat saat-saat seperti itu menjadi satu keharusan bagiku untuk memakai penunjuk waktu. Seandainya macet dan berakibat telat, jam tangan bisa menjadi penanda waktu. Tak perlu lagi celingak-celinguk, lirik kekanan kiri di lampu merah untuk sekedar melihat waktu.

Anyway, sejak dari sekolah dasar aku sudah terbiasa menggunakan jam tangan. Modelnya pun beragam. Dari yang sporty sampai yang berantai-feminin gitu.
Kalau kupikir-pikir fungsi jam tangan tidak hanya sebagai penunjuk waktu saja tapi juga menjadi salah satu aksesoris dalam berpenampilan.
Jam tangan yang sekarang aku pakai modelnya lebih feminin dengan material rantai. Aku lihat, cocok dengan aktivitas kerja formilku di sekolah.
Ehh, setelah merid ternyata aktivitas outdoorku tak kalah banyak. Maklum, si kaka kan hobi banget jalan-jalan. Dilihat dari segi kebutuhan, sepertinya aku perlu beli jam tangan baru yang sesuai untuk aktivitasku diluar jam mengajar. 


Gambar punya Zalora
Rembug punya rembug, kuputuskan untuk hunting jam tangan via online mengingat kesibukan yang padat merayap rasanya agak susah kalau harus meluangkan waktu khusus untuk hunting.
Maka mulailah perburuanku dan di zalora aku menemukannya. Puluhan bahkan ratusan jam tangan dengan berbagai model tersedia di site tersebut. Soal harga tak perlu diragukan lagi. Zalora, memberikan pilihan harga yang bersahabat dan pas dikantong. Kebetulan jam pilihanku sedang diskon tigapuluh persen. Uhuuui,.....mantaf kan. 

Pilihanku jatuh pada jam tangan dengan desain besar, berbahan silikon, anti air dan gores. Kesannya macho banget yaa. Jadi,....sekarang koleksi jam tanganku bertambah. Ga mati gaya kan saat touring dan bertualang.
Selanjutnya >>

Wedang Alang-alang Solusi tepat saat Badan Meriang

Judulnya iklan banget yaa sobs. Begitulah, salah satu minuman yang bisa meringankan saat bodi lagi ga bersahabat ya si wedang alang-alang. Tempat jualanya 'TANPA NAMA'. Hehehe, abis digerobaknya cuma tercantum jenis wedang yang tersedia. Betewe, ditempat ini ada beberapa jenis wedang dengan bahan dasar air jahe. Semacam wedang alang-alang, wedang ronde, jahe susu, bajigur.....wow jadi buat penikmat wedang bisa dimanjain dengan banyak pilihan.

"Tanpa Nama"



Bagaimana dengan eike.....???
Karena sering banget nongkrong ditempat ini, lidahku sudah merasakan smua jenis wedang. Kesemuanya enak sih. Paling sering minum wedang alang-alang dan wedang ronde plus susu. Andalan adalah si alang-alang. 


Minum alang-alang belum lengkap tanpa cemilan tambahan. Di sini, ada singkong rebus teman sejati si wedang. Wedang yang terbuat dari air jahe ni punya efek yang bikin hangat badan dan perut. weiss, enaaak tenan to.
Tempat tanpa nama, biasanya mulai buka dari jam setengah delapan malam sampai jam dua belas malam. Paling efektif nongkrong disini sekitar jam sembilan'an. Suasananya sudah ga terlalu rame dan ruko-ruko dikanan-kirinya juga udah tutup. Jadi lebih fokus ngerasain si wedang. Dan, tentu saja sembari menikmati malam kota Pekalongan.
Selanjutnya >>

Melek karena Imlek

# Sehabis pergi dan lagi masukin motor kedalam teras.

" Mba, ojo lungo-lungo...ngko aku pak mene ow ".
" Iyo cik, beres ". jawabku sepintas lalu sambil mengunci motor.

Tak berapa lama kemudian tacik tergopoh-gopoh mendatangiku.

" Iki mba, nggo sampeyan " kata tacik sembari menyodorkan kardus putih.
" Hehehe, opo ki cik kok pijar repot-repot " jawabku basa-basi.
" Wes oww, aku njaluk maaf lahir batin " sembari menarik tanganku mengajak jabat tangan.
Aku tersenyum dan mengangguk. Mengucapkan terima kasih atas pemberian tacik.

Sampai didalam, kardus putih tadi kuserahkan pada ibuk. Langsung dibuka. Akupun ikut mengamati (penasaran).
Ibuk : " Sopo sing nge'i ?" 
Aku : " Kae sih mah, tacik sebelah omah "
Ibuk : " Iyo kie tacik kan tahun barunan "
Dan sayapun nganga, dengar omongan ibuk barusan. Hee, iya yah ini kan tahun baru cina atau biasa disebut imlek.



Tiga dari empat tetangga sebelah rumah, non muslim. Tapi nih yaa, selama tinggal di komplek perumahan ini para tetangga memiliki rasa toleran yang bagus. Saat lebaran, misalnya. Keluarga kami sengaja masak agak banyak dan membagikan kepada tetangga dekat tanpa memilih muslim maupun non muslim. Begitu juga ketika natal tiba. Bagi tetangga yang merayakannya, sengaja memberikan makanan ringan untuk kami. Dan tradisi demikian sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya.

Seperti hari ini, ketika imlek tiba. Tacik mengirimkan sekotak roti bolu untuk kami sekeluarga. Perasaan nih yaa, sembari mengingat-ingat setahun yang tacik ngasih kue keranjang deh. Ciri khas makanan imlek. Halah. Apapun makanannya, tetap senyum dan syukur. Alhamdulillah, meskipun kita berbeda tapi tetap bisa hidup berdampingan dengan rukun. Damai.
Selanjutnya >>

Rinai Januari

Assalamu'alaikum...

Hii,...sobs gimana berita cuaca hari ini?!!
Setelah mendapat kiriman banjir beberapa waktu lalu (belum sempat ter-posting), kembali kiriman itu datang lagi dua hari kemarin. Curah hujan yang cukup tinggi sejak pukul tiga dini hari membuat kota pekalongan nyaris tenggelam untuk yang kedua kalinya.
Dibandingkan yang pertama, banjir kali ini lebih besar. Hanya dalam hitungan jam saja, muncul sungai baru dimana-mana. Jalanan depan rumah, tak pelak terkena juga. Yang bikin lumayan capek, rembesan yang berasal dari bawah tanah berhasil membasahi bagian dalam rumah. Susah payah bersihin air yang tergenang, mana si kaka ga dirumah lagi. Kondisi badan yang agak meriang makin menambah derita (alhamdulillah, nikmat).

Posisi jam tujuh pagi, saatnya harus berangkat ke sekolah. Berharap banjir segera surut. Tapi apa daya, hujan masih terus turun dengan derasnya. Gak berapa lama kemudian, mendapat sms yang mengabarkan kalau sekolah terkena banjir bahkan air sudah masuk kedalam kelas. Beneran...?!! tumben. Padahal banjir sebelumnya aman-aman saja. Weiss, tanpa pikir panjang menyampaikan kabar ini ke ustadz mahbub. Alhamdulillah, pak ustadz merespon dengan cepat dan sesegera mungkin menuju sekolah untuk mengamankan barang-barang.

sekolah terapung

lihat...!!! halaman sekolah jadi kolam renang dadakan







Alhamdulillah, tetap bersyukur. Biarpun banjir tidak separah tempat teman-teman yang posisinya dibarat dan utara kota dengan ketinggian air hampir satu meter dan mengharuskan mereka untuk mengungsi agar terhindar dari bahaya banjir.

Keesokan paginya...
Suasana kembali kondusif. Barang-barang perlengkapan sekolah kami kembalikan lagi ketempat semula. Anak-anak pun banyak yang tetap pergi kesekolah meskipun banjir sempat menghampiri sehari lalu. Ihh, salut sama mereka. Apapun keadaannya yang namanya anak-anak bisa tetap ceria dan menikmati suasana.

Januari,..hujannya sehari-hari. Banjirnya cukup sampai disini. 
Selanjutnya >>

Sahabat, ingatkah kau



Sahabat, sebutanku untukmu..
Tampil apa adanya, lugas dan sedikit liar justru itu yang ku suka.
Sering kita bercanda, melepas tawa ala kadarnya.
Pertemuan singkat yang penuh makna.

Sebatas itu saja, walau kurasakan sesuatu yang sedikit berbeda.
Tak ingin ku mendahului meski ku tahu itu ada.

Kita tak pernah bersua secara nyata.
Hanya bahasa hati yang berbicara.

Hampir dua tahun berlalu
Terselip rindu yang menderaku untuk kembali berbincang denganmu.
Apakah kau tahu...?!!

Sahabat, kosong menghampiriku.
Kita sering bersua, hampa tanpa kata dan sapa.
Aku dan kamu tahu itu.

Perasaan asing ini menggetarkanku.
Aku dan kamu ibarat dua manusia yang tak pernah saling mengenal.

Mencairlah, kembali seperti dulu.
Keakraban tanpa beban...
Candaan yang kadang keterlaluan...
Cacian yang begitu membanggakan....

Sahabat,..ketika perbedaan menjadi batasan.
Bukan berarti menjauhkan kita.
Kenapa tidak kita manfaatkan jeda waktu yang ada.
Untuk bercengkrama seperti biasa layaknya tak ada apa-apa.

Selanjutnya >>

You Took My Heart Away

Living in a world so cold
You are there to warm my soul
You came to mend a broken heart
You gave my life a brand new start
And now…
I’m in love

You took my heart away
When my whole world was gray
You gave me everything
And a little bit more
And when it’s cold at night
And you sleep by my side
You become the meaning of my life

Holding your hand
I won’t fear tomorrow
Here where we stand
We’ll never be alone

Apa sih istimewanya "you took my heart away" selain kesenanganku untuk menyanyikan lagu ini saat berkaraoke bareng keluarga dan teman-teman...

Terkadang segalanya berawal dari ketidaksengajaan. Begitu pula, saat tanpa ku sengaja nemuin video MV di youtube.  Tadinya aku mau nyari-nyari soundtrack, K-drama favoritku (i'm sorry i love you). Yang entah sudah berapa lama, kasetnya aku putar berulang-ulang. Coba coba dan iseng, nemuin mv nya. Dan, itu baguuus....(versi aku yang waktu itu ngefans banget sama oppa so ji sub). Ga perlu lah ku bahas tentang jalan cerita dramanya. MV yang kutemukan lebih dari dua tahun yang lalu ini, melow banget. Disamping liriknya yang sad ditambah alunan musik dan penggabungan gambarnya emang bikin hati mengharu biru. Romantis, tragis, miris diakhir cerita.


Dari ketidaksengajaan pertama, bersambung ketidaksengajaan berikutnya.
Jadi tahu kalau yang nyanyiin lagu ini adalah Michael Learns To Rock. Band tahun 1990an yang terkenal dengan sleeping child, i'm gonna be around, dan paint my love
Kemana aja gue...?! MLTR gitu loh?!! yaa..yaa..yaa...baru ketahuan dua tahun yang lalu.

Oke, abaikan cerita diatas. Masih berkaitan dengan MLTR.
15 Februari mendatang, band legendaris asal Denmark ini akan live in concert di Pekalongan. Seriously,,,?! Yupss, menurut kabar dari harian lokal MLTR akan menggelar konser kelas internasional di Hall Sahid Covention Center. Huhuhu, hebohnya lagi konser ini hanya akan digelar di tiga tempat saja. At pekalongan, jakarta dan singapura. 

Ckckck, pekalongan?! kota sekecil ini...(masih ga percaya).
Tiketnya dibandrol mulai 300 ribu sampai 2 juta rupiah (mahal yaa, bisa langsung abis nih gaji bulanan). Selain itu ada tiket lain dengan harga 500 ribu, ini sih tiket eksklusif dinner plus foto bareng MLTR.
Hebat yaah, si penyelenggara event bisa mendatangkan sekaligus menggelar konser kelas internasional di pekalongan.

Nyanyi lagi aaah sembari berandai-andai....You took my heart away...When my whole world was gray...You gave me everything....And a little bit more...And when it’s cold at night..And you sleep by my side..You become the meaning of my life..

Sumber :
koran Radar pekalongan

Selanjutnya >>

Mendongeng : Media Pembelajaran yang Menyenangkan

Matahari begitu hangat ketika pagi hari. Pipit si burung kecil sedang asyik makan buah jambu yang lebat. Ketika sedang asyik makan, datanglah semut sahabatnya.
 "Selamat pagi pipit. Sepertinya kau sedang asyik makan buah jambu yang manis. Sampai-sampai kau lupa tidak berbagi untukku sahabatmu." kata semut mengingatkan.

 Kalimat per kalimat keluar dari mulut Kang Didin, Sang Pendekar Dongeng Dari Bogor dan kami para peserta Story Telling Class dibuat khusyu' olehnya. Cerita pipit dan semut yang dibawakan oleh kang didin mengalir begitu saja, sangat menarik mendengarnya dengan vokal, ekspresi tubuh dan backsound yang mengiringi.

Kang Didin Rohidin,..yuuk keep smile katanya ^_^
Di penghujung liburan, kami mengikuti diklat story telling yang bertempat di kantor harian radar pekalongan. Diklat yang dijadwalkan dua hari ini, terbagi dalam dua sesi. Sesi dihari pertama full materi dan dihari kedua praktek. Ekspresi kang didin, yang emang udah lucu dari sononya acap kali membuat kami terpingkal-pingkal. Terutama pada saat, olah vokal. Dimana kami belajar menirukan beberapa vokal pendukung cerita. Ga mudah sobs, saat kami musti menirukan beberapa suara binatang dan kendaraan. Butuh teknik tertentu, supaya suara kami benar-benar mirip sama karakter aslinya minimal mendekati lah.


Jumlah peserta terbatas, sekitar tiga puluhan orang menjadi lebih efektif. Kami pun lebih fokus terhadap materi. Masing-masing peserta juga memiliki kesempatan untuk belajar teknik vokal, ekspresi dan olah tubuh yang merupakan dasar dari aktivitas mendongeng.
Hari pertama selesai, dengan membawa tugas membuat cerita yang akan dikumpulkan keesokan paginya. Dan, masih ada satu lagi tugas yang akhirnya bikin kami ga enak makan, ga nyenyak tidur, kepikiran bolos dihari kedua....blaa....blaa....beserta alasan-alasan sepele lainnya.

Selamat datang dihari kedua, pindah tempat. Dimana...?!! 



Dongeng in the street,...ituh pokok permasalahannya sampai-sampai kami kepikiran buat bolos. Rasa grogi, ketika kita ditodong sekaligus ditantang untuk mendongeng ditengah keramaian menjadikan alasan membolos semakin bulat. Biar begitu juga, niat baik dan pengen pinter akhirnya bisa mengalahkan perasaan itu.

dongeng in the street

Ga kebayang jadi jangan dibayangkan. Saat kami, harus mencari mangsa, kemudian merayu agar si calon mangsa mau ngikutin dan mendengarkan cerita. Beruntung, kami berburu mangsa beramai-ramai dan berhasil mengeksekusi mereka...(apaan sih...!!!).
Disinilah sebenarnya mental kami diuji. Weis, udah ga punya malu blass. Seperti yang dibilang kang didin, totalitas kalau pengen bisa jadi pendekar dongeng yang handal.


Finally, aksi kang didin bercerita bersama anak-anak. Sekali lagi kami dibuat terpana oleh skill kang didin dalam mendongeng. Melihat reaksi anak-anak dengan kegembiraan dan keseruannya, menjadikan mendongeng sebagai salah satu media pembelajaran yang sangat menyenangkan. 
Satu mata rantai yang didapat dari mendongeng adalah cakupan aspek perkembangan yang disampaikan mulai dari aspek kognitif, moral, spiritual dan sosial.

Selanjutnya >>

ILMU KIRA-KIRA

Berlibur dirumah mertua menyisakan banyak cerita. Terutama urusan dapur. Tau tow sob, jika perempuan dan dapur adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Sebagai seorang ibu muda [ngakunya], saya lagi getol-getolnya belajar masak.  Gengsi dong, sama mertua. Kan saya jarang mengunjungi mertua kecuali ngepasi liburan seperti sekarang ini. Bermaksud unjuk gigi, memasak untuk bapak mertua tersayang...aisssh.

Maka mulailah, dihari pertama. Sengaja saya bikin dua macam menu, sayur sop dan bihun goreng lombok ijo. Tahu dan tempe goreng tepung untuk lauknya. Bumbu dasar dari jenis kedua menu yang saya masak intinya sama. Tapi, entah mengapa rasa yang dihasilkan sungguh berbeda. Maka, sudah bisa ditebak kan sob, yang laris manis sampai habis adalah salah satu masakan, yaitu bihun goreng lombok ijo. Waktu kaka' makan, saya nanya ke dia. Apanya yang bikin beda?  "keasinan" jawabnya enteng. 

Tabiat yang sulit saya ilangin sebenernya, paling malas nyicipin masakan. Setahu saya, itu kan penting. Tapi itulah saya, over pede dengan takaran bumbu yang udah saya bikin. Beruntungnya,.. ada kaka' yang telaten mau nyobain rasa masakannya. Tu kalau dia ada dirumah, bisa dimanfaatkan. Kalau tidak? 

Menjadi satu resolusi ditahun 2014, saya harus bisa masak. Masak yang sesungguhnya, baik dari rasa maupun tampilannya [uhuk]. Banyak komponen pendukung supaya saya bisa masak dengan rasa seimbang. Salah satunya wajib mempelajari ilmu kira-kira. Sebab, tanpa ilmu kira-kira apalah arti masakan yang telah susah payah kita buat. Bener ga sob...?! Yang ada bakal keasinan, atau malah anyep tanpa rasa sama sekali.

sukses dihari ke'enam...*yippi
Selanjutnya >>

Blohok dari Tegal Laka-laka


Demen banget sama nih makanan. Manis gurih, maknyus di lidah dan ga perlu dikunyah. Teksturnya yang lembut menjadikan makanan ini banyak disukai ma orang sepuh n bebi. Aku ga termasuk keduanya,...hihihi [gaya ABG 90an]. Tapi sumpah, dari banyak jenisnya paling suka sama yang ini. Dan, pada satu kesempatan ada yang jual lewat depan rumah mertua. Kebetulan, mertua juga demen dan tiap sore harus mengkonsumsinya. Buat cemilan sore begituh...

Kalau yang makan mertua, mesti pake mangkok. Aku, nyobain yang sedikit berbeda. Biar lebih berkesan dan makin mendalam kecintaanku padanya [halah]. Sesuai dengan paket penjualannya, makan dengan takir yang terbuat dari kertas. Coba pake daun, wuuuih pasti lebih uenak. Cara makannya menggunakan siru, dari daun pisang ukuran persegi panjang yang dilipat jadi dua.


Bubur Blohok dari Tegal atau lebih familiar disebut bubur sumsum. Bubur yang terbuat dari campuran tepung beras dan santan, dilengkapi duduh manis dari gula jawa. 
Kenikmatan makan bubur justru berasal dari bagian bubur yang gosong [menurutku lho]. Orang jawa, bilang itu intip. Bukan intip, yang ngeliat sesuatu secara diam-diam..hahahaaa.


Lalu,....sudahkan anda makan bubur hari ini...?
Selanjutnya >>